Sejak terbit kembali 13 tahun lalu, majalah Tempo konsisten mengusung jurnalisme investigasi alias menyajikan kabar di balik berita dengan mengintip dan membongkar apa yang selama ini disembunyikan dari mata publik.

Lihat saja edisi yang terbit sepanjang 2010. Beberapa isu yang ditampilkan disambut hangat oleh publik. Misalnya edisi dengan Laporan Utama “Rekening Gendut Perwira Polisi”, yang tidak hanya terjual 100 persen, tapi juga mengalami cetak ulang. Begitu pula beberapa isu yang lain, seperti “Ogah-ogahan Mengejar Harta Century”, “Kasus Cek Pelawat”, dan “Cara Asyik Menikmati Penjara”.

Itu sebabnya jargon “lebih dalam, lebih baru, lebih penting” akan terus dipertahankan karena memang itulah yang selama ini dijadikan unggulan sekaligus membedakan Tempo dengan media lain. Ke depan, liputan semacam ini akan ditampilkan sedikitnya dua kali dalam sebulan. Untuk itu, sejumlah isu sudah disiapkan oleh tim investigasi.

Semangat redaksi untuk “go investigative” pada dasarnya memang ditujukan untuk menguatkan kembali apa yang sejak dulu sudah menjadi ciri khas majalah Tempo. Itu sebabnya prinsip liputan investigasi tidak hanya diterapkan pada rubrik Investigasi, tapi juga di semua rubrik lain.

Di sisi lain, penampilan majalah ini terus ditingkatkan dengan mempertahankan halaman full color sesuai dengan tuntutan pemasang iklan. Sementara itu, infografis juga menjadi andalan karena pembaca jadi lebih mudah memahami persoalan rumit melalui bantuan gambar, angka, serta teks dengan cara sederhana. Ini semua demi kepuasan pembaca, tentunya.

Kini majalah Tempo, yang terbit pertama kali pada 6 Maret 1971, genap 40 tahun berbuat untuk publik, untuk republik.

Marketing :
Phone : 081218785318, 021.96822111
email : iklan@korantempo.net